Resiko Jika Asal Memilih Tempat Gadai Sertifikat Rumah Perorangan

Gadai Rumah

Berbagai macam masalah keuangan bertubi-tubi menimpa masyarakat Indonesia di tahun 2020 ini. mengingat memang ada banyak sekali kondisi yang menyebabkan krisis ekonomi di dalam negeri. Termasuk diantaranya yang paling jelas terasa adalah pandemi virus Corona yang sampai sekarang ini belum juga menemui titik terangnya kapan akan segera berakhir. Padahal sudah banyak usaha yang mengalami kebangkrutan, bahkan para pelaku usaha tersebut juga mulai mencari-cari tempat gadai sertifikat rumah perorangan untuk dapatkan bantuan modal.

 

Sebenarnya memang tidak terbatas apa saja produk pinjaman keuangan pasti akan sangat menolong kondisi saat ini. Apalagi masyarakat dengan ekonomi yang sedang terpuruk. Salah satu diantaranya adalah dengan mengambil produk pinjaman, entah itu yang dikeluarkan oleh bank ataupun juga lembaga pembiayaan yang lainnya. Hal ini sebenarnya disesuaikan dengan jumlah uang yang dibutuhkan tersebut, karena semakin besar belum tentu nantinya semua lembaga akan mengabulkan, kecuali memang dengan gadai barang berharga layaknya sertifikat rumah.

 

Tak dapat dipungkiri jika seandainya gadai ini banyak dipilih, karena memungkinkan untuk mendapatkan pinjaman uang secara lebih cepat. Sejalan dengan hal tersebut maka resiko yang mungkin saja membayangi Anda sangatlah besar. Berikut ini diantaranya ada beberapa jenis resiko menggadaikan sertifikat rumah, jika seandainya asal di dalam memiliki tempat atau lembaga pembiayaannya, diantaranya adalah:

 

  1. Bunga tinggi, hal yang paling sering dirasakan oleh debitur ketika asal menjatuhkan pilihan pada tempat atau lembaga pembiayaan adalah mereka dikenai dengan suku bunga yang begitu tinggi. dengan adanya bunga yang begitu tinggi maka beban hutang yang harus Anda tanggung ini nantinya akan jauh semakin berat bukan. Jadi harus berhati-hati jika ingin memilihnya.
  2. Resiko sertifikat hilang, kemungkinan lainnya adalah resiko sertifikat tersebut bisa saja hilang atau rusak, apalagi memang faktanya tak semua lembaga pembiayaan tersebut akan mengasuransikan barang jaminan atau gadai Anda. Jadi jika seandainya hilang atau rusak pastinya mereka tak akan mau tanggung jawab.
  3. Tafsir harga sembarangan, banyak diantara lembaga pembiayaan yang tidak memiliki jasa seorang penaksir harga barang yang benar-benar bersertifikasi. Hal inilah yang kemudian memicu harga taksir barang tersebut juga kurang optimal. Padahal mungkin Anda tengah membutuhkan uang pinjaman yang nominalnya besar untuk modal usaha.
  4. Resiko rumah akan disita, ini merupakan resiko yang sangat berat, karena jika nanti Ada tidak mampu untuk melakukan pembayaran secara rajin atau disiplin sesuai dengan yang sudah ditentukan, sudah pasti besar kemungkinan rumah tersebut akan disita oleh pihak bank. Resiko ini juga bisa timbul jika seandainya pihak perusahaan pembiayaan semena-mena dalam memberikan bunga, begitu juga dengan biaya tambahan layaknya denda dan sebagainya.
  5. Kesulitan di dalam mengambil sertifikat rumah tersebut, bahkan meskipun pinjaman tersebut sudah lunas sesuai dengan jumlah yang disepakati antara keduanya, namun tak jarang diantara perusahaan ini yang tidak langsung mengembalikan barang jaminan yaitu sertifikat rumah tersebut, mereka mempersulit dengan berbagai macam alasan dan ini harus diwaspadai.

 

Itulah setidaknya beberapa alasan mengapa Anda tidak boleh asal di dalam memilih tempat gadai sertifikat rumah perorangan, karena dampaknya memang sangat fatal. Lebih baik pilihlah banyak yang sudah terpercaya dibandingkan dengan lembaga non bank yang tidak jelas. Hanya saja terkadang memang syarat yang diberikan bank lebih banyak dan rumit.

 

No comments:

Powered by Blogger.